Memasuki hari ketiga Ramadhan, umat Islam diajak memperdalam kesabaran dan keikhlasan. Inilah makna, dalil Al-Qur’an dan hadits, serta keistimewaan yang dijanjikan bagi orang yang berpuasa dengan iman.
Ihand.id | • Religi – Ramadhan bukan hanya ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi proses penyucian jiwa yang berlangsung bertahap. Setelah hari pertama menjadi awal ampunan dan hari kedua pembelajaran kesabaran, hari ketiga Ramadhan diyakini sebagai fase penguatan hati dan pembersihan dosa secara lebih mendalam.
Pada hari ketiga, seorang muslim mulai terbiasa dengan ritme ibadah: sahur, menahan hawa nafsu, shalat malam, serta memperbanyak dzikir. Inilah momen ketika puasa mulai membentuk karakter spiritual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Makna Puasa pada Hari Ketiga
Hari ketiga Ramadhan memiliki makna penting: perpindahan dari adaptasi menuju keteguhan iman.
Jika dua hari pertama masih terasa berat secara fisik, maka hari ketiga menjadi titik keseimbangan antara tubuh dan ruh. Di sinilah hikmah puasa mulai terasa:
- Hati menjadi lebih lembut
- Emosi lebih terkontrol
- Pikiran lebih jernih
- Ibadah terasa lebih ringan
Puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi menahan dosa.
Allah SWT berfirman dalam Al‑Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Makna ayat ini menunjukkan tujuan utama puasa: mencapai takwa, yaitu kemampuan menjaga diri dari dosa dan pada hari ketiga proses ini mulai terasa nyata.
Dalil Hadits tentang Pahala Puasa
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.”
Hadits ini menegaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa dibanding ibadah lainnya. Pahala puasa tidak terbatas, hanya Allah yang mengetahui nilainya.
Keistimewaan Puasa Ramadhan Hari Ketiga
Ulama menjelaskan bahwa hari ketiga merupakan fase penguatan ruhani. Berikut beberapa keistimewaannya:
1. Mulai Terhapusnya Dosa-dosa Kecil
Puasa yang dijalankan dengan iman akan menggugurkan dosa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Pada hari ketiga, seseorang mulai menjaga lisannya, pandangannya, dan pikirannya, sehingga penghapusan dosa semakin sempurna.
2. Hati Menjadi Lebih Tenang
Puasa mengurangi dominasi nafsu. Ketika hawa nafsu melemah, hati menjadi mudah menerima kebenaran.
Itulah sebabnya banyak orang merasa:
- lebih mudah khusyuk
- lebih mudah menangis dalam doa
- lebih ringan membaca Al-Qur’an
Hari ketiga menjadi awal munculnya ketenangan spiritual.
3. Dibukanya Pintu Hikmah
Puasa membuat seseorang berpikir sebelum berbicara.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan bertengkar.”
Pada hari ketiga, pengendalian diri mulai stabil. Inilah tanda hati sedang dididik.
4. Doa Lebih Mudah Dikabulkan
Orang berpuasa memiliki doa mustajab, terutama menjelang berbuka.
Hadits menyebutkan:
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang berpuasa hingga berbuka, pemimpin adil, dan orang terzalimi.”
Karena pada hari ketiga kesungguhan mulai terbentuk, doa menjadi lebih khusyuk dan penuh harap.
5. Pahala Dilipatgandakan Tanpa Batas
Semakin konsisten seseorang berpuasa, semakin besar nilai keikhlasannya. Hari ketiga menandai keseriusan seorang hamba menjalankan ibadah, sehingga pahala semakin besar.
Puasa adalah ibadah rahasia, hanya Allah yang tahu kadar keikhlasannya.
Amalan yang Dianjurkan di Hari Ketiga
Agar keutamaan hari ketiga semakin sempurna, umat Islam dianjurkan memperbanyak:
- Membaca Al-Qur’an
- Shalat tarawih dengan khusyuk
- Sedekah walau sedikit
- Menjaga lisan dari gosip
- Memperbanyak istighfar
Doa yang bisa diamalkan:
Allahumma tahhir qalbi minan nifaq wa ‘amali minar riya’ wa lisani minal kadzib wa ‘aini minal khiyanah.
Artinya:
“Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, amal dari riya, lisanku dari dusta, dan mataku dari khianat.”
Kesimpulan
Hari ketiga Ramadhan adalah fase penting dalam perjalanan puasa. Pada tahap ini, ibadah tidak lagi terasa berat, melainkan mulai menghadirkan ketenangan.
Keutamaannya meliputi:
- Penghapusan dosa
- Penguatan iman
- Hati lebih lembut
- Doa lebih mustajab
- Pahala tanpa batas
Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tetapi perjalanan memperbaiki diri. Siapa yang menjaga puasanya sejak awal, maka ia akan meraih puncak keberkahan di akhir bulan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan dan takwa. Aamiin.
Penulis : Ivantri Gustianda


















