Mandi Safar di Desa Benan: Warisan Budaya Melayu Penolak Bala yang Terus Hidup di Tengah Zaman

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandi Safar di Desa Benan: Warisan Budaya Melayu Penolak Bala yang Terus Hidup di Tengah Zaman | f. Asra

Mandi Safar di Desa Benan: Warisan Budaya Melayu Penolak Bala yang Terus Hidup di Tengah Zaman | f. Asra

Ratusan warga tumpah ruah di Pantai Benan melaksanakan tradisi sakral Mandi Safar, sebuah ritual turun-temurun untuk memohon perlindungan, menolak bala, dan mempererat silaturahmi.

Ihand.id – Lingga – Suasana penuh khidmat bercampur riuh kegembiraan mewarnai Pantai Benan, Kecamatan Katang Bidare, Rabu (20/8/2025).

Mandi Safar di Desa Benan: Warisan Budaya Melayu Penolak Bala yang Terus Hidup di Tengah Zaman | f. Asra
Mandi Safar di Desa Benan: Warisan Budaya Melayu Penolak Bala yang Terus Hidup di Tengah Zaman | f. Asra

Ratusan masyarakat dari berbagai penjuru desa berkumpul untuk melaksanakan tradisi sakral Mandi Safar, sebuah ritual warisan leluhur Melayu yang dipercaya sebagai ikhtiar menolak bala dan musibah, sekaligus memohon keberkahan dari Allah SWT.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Meski zaman terus berubah, masyarakat Benan tetap teguh melestarikannya sebagai identitas budaya yang tak lekang oleh waktu.

“Kita berharap dengan Mandi Safar ini, masyarakat Katang Bidare mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, dijauhkan dari bala dan musibah,” ujar Sekretaris Kecamatan Katang Bidare, Aswin, saat membuka prosesi adat tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Lingga Buka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama 2025, Berikut Formasi yang Dibutuhkan

Ritual diawali dengan doa bersama, dipimpin langsung oleh aparat pemerintah dan tokoh masyarakat.

Setelah itu, secara serentak warga berbondong-bondong turun ke laut, merasakan sejuknya air Pantai Benan sebagai simbol penyucian diri dan penolak bala.

Penulis : Cahyo Aji

Follow WhatsApp Channel ihand.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-8: Pintu Rahmat Dibuka Lebar, Doa Mustajab dan Ditinggikan Derajat Orang Beriman
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-7: Pintu Ampunan Dibuka Lebar, Raih Keberkahan dan Perlindungan Allah
Camat Singkep Barat Susi Yenty dan Kapolsek Kunjungi Keluarga Korban Hilang di Perairan Lingga
Safari Ramadhan 1447 H Pemkab Lingga di Marok Tua, Wabup Novrizal Ajak Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas
Sekda Lingga H. Armia Hadiri Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda Belungkur, Pererat Silaturahmi Pemda dan Masyarakat
Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang Safari Ramadan di Lingga, Salurkan CSR Rp15 Juta untuk Dua Masjid
Dermaga Apung HDPE Pelabuhan Jagoh Diresmikan Ansar Ahmad, Konektivitas Kepulauan Riau Makin Kuat
Keutamaan Puasa Ramadhan Hari Keenam: Pintu Ampunan Dibuka Lebar, Doa Mustajab dan Derajat Ditinggikan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:54 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-8: Pintu Rahmat Dibuka Lebar, Doa Mustajab dan Ditinggikan Derajat Orang Beriman

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:49 WIB

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-7: Pintu Ampunan Dibuka Lebar, Raih Keberkahan dan Perlindungan Allah

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:12 WIB

Camat Singkep Barat Susi Yenty dan Kapolsek Kunjungi Keluarga Korban Hilang di Perairan Lingga

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:56 WIB

Safari Ramadhan 1447 H Pemkab Lingga di Marok Tua, Wabup Novrizal Ajak Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:20 WIB

Sekda Lingga H. Armia Hadiri Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda Belungkur, Pererat Silaturahmi Pemda dan Masyarakat

Berita Terbaru