Memasuki hari ke-10 Ramadhan, umat Islam diajak memperkuat ibadah untuk meraih ampunan dan limpahan rahmat sebagaimana dijanjikan dalam Al-Qur’an dan Hadist.
Ihand.id | • Religi – Memasuki hari ke-10 puasa Ramadhan, umat Islam berada di penghujung sepuluh hari pertama yang dikenal sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT.
Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak istighfar, serta memperkuat keimanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bulan Ramadhan sendiri merupakan bulan yang penuh keberkahan, sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat tersebut menjadi dasar utama kewajiban puasa Ramadhan sekaligus menunjukkan tujuan utamanya, yakni membentuk pribadi yang bertakwa.
Makna Hari ke-10 Ramadhan
Hari ke-10 Ramadhan memiliki makna mendalam karena menandai berakhirnya fase pertama dari tiga fase utama Ramadhan, yaitu:
1. 10 hari pertama: Rahmat (kasih sayang Allah)
2. 10 hari kedua: Maghfirah (ampunan)
3. 10 hari terakhir: Pembebasan dari api neraka
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Rasulullah SAW bersabda:
“Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Walaupun kualitas hadis ini diperselisihkan sebagian ulama, maknanya sejalan dengan banyak dalil lain tentang luasnya rahmat dan ampunan Allah di bulan Ramadhan.
Hari ke-10 menjadi titik refleksi diri. Umat Islam dianjurkan untuk mengevaluasi ibadahnya selama sembilan hari sebelumnya. Apakah shalat semakin khusyuk? Apakah tilawah Al-Qur’an semakin rutin? Apakah sedekah semakin meningkat?
Dalil Keutamaan Puasa dan Ampunan Allah
Keutamaan puasa Ramadhan secara umum sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis sahih ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penghapusan dosa jika dijalankan dengan keimanan dan keikhlasan.
Selain itu, dalam hadis qudsi disebutkan:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa dibandingkan ibadah lainnya.
Keistimewaan Hari ke-10 Ramadhan
Ada beberapa keistimewaan yang dapat diraih pada hari ke-10 Ramadhan:
1. Puncak Rahmat Allah di Fase Pertama
Hari ke-10 menjadi penutup fase rahmat. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, karena Allah SWT Maha Pengasih dan membuka pintu kasih sayang-Nya seluas-luasnya.
2. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak. Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.”
(HR. Tirmidzi)
Momentum hari ke-10 hendaknya dimanfaatkan untuk memohon ampunan, kesehatan, rezeki yang halal, serta keberkahan hidup.
3. Evaluasi dan Persiapan Menuju Fase Maghfirah
Hari ke-10 menjadi jembatan menuju sepuluh hari kedua, fase ampunan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan taubat nasuha agar memasuki fase berikutnya dengan hati yang lebih bersih.
Hikmah Spiritual di Hari ke-10
Secara spiritual, hari ke-10 Ramadhan mengajarkan beberapa hal penting:
- Kesabaran dalam menjalankan ibadah
- Konsistensi dalam amal saleh
- Keikhlasan dalam berbuat kebaikan
- Kesadaran bahwa rahmat Allah lebih luas dari dosa manusia
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Ayat ini menjadi penguat bahwa rahmat Allah di bulan Ramadhan, termasuk pada hari ke-10, terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Penutup
Keutamaan puasa Ramadhan hari ke-10 bukan hanya tentang angka hari, tetapi tentang momentum spiritual di penghujung fase rahmat.
Ini adalah waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, memperdalam taqwa, serta memohon ampunan dengan penuh kesungguhan.
Semoga di hari ke-10 Ramadhan ini, setiap Muslim mendapatkan limpahan rahmat, diampuni dosa-dosanya, dan dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih bertakwa hingga akhir Ramadhan nanti.
Penulis : Ivantri Gustianda


















