Dengan pendekatan tenang dan persuasif, prajurit Marinir mampu menenangkan situasi sehingga massa mau mendengarkan arahan aparat dan memilih menahan diri.
Tidak hanya di Kwitang, di beberapa titik lain seperti kawasan Senen dan Tanah Abang, kehadiran prajurit Marinir juga berhasil membantu kepolisian mengendalikan jalannya aksi.
Massa yang semula berteriak-teriak dan sulit diatur akhirnya berangsur tertib setelah diajak berdialog oleh personel Marinir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendekatan humanis ini menunjukkan bahwa kekuatan militer dapat bersinergi dengan aparat kepolisian tanpa menambah ketegangan.
Momen ini pun menuai apresiasi dari masyarakat luas. Kehadiran Marinir dinilai mampu menjadi penyejuk di tengah situasi yang panas.
Seperti disampaikan Pangkormar, “Marinir harus selalu menunjukkan wajah yang menenteramkan. Kita menjaga negara sekaligus menjaga hati rakyat.”
Sikap persuasif prajurit di lapangan menjadi bukti nyata bagaimana perintah tersebut benar-benar dilaksanakan dengan baik.
Penulis : Redaksi
Sumber Berita : Dispen Kormar TNI Angkatan Laut
Halaman : 1 2